HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN
TERBENTUKNYA DEFERENSIASI SOSIAL DAN STRATIFIKASI SOSIAL
Makalah ini disusun untuk memenuhi
tugas mata kuliah Sosiologi Pendidikan
Dosen
Pengampu :
Ama Noor Fikri.S.Ag.M.Pd.I
Disusun
Oleh:
1.Ahmad Tholib 1112088
2.Zamrotul Maghfiroh 1112092
3.Nur Aini 1112063
4.Siti Alfiyah 1112068
PRODI PAI
FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS PESANTREN TINGGI DARUL
ULUM
2013
KATAPENGANTAR
Segala puji hanya milik Allah SWT.
Shalawat dan salam selalu tercurahkan kepada Rosulullah SAW. Berkat limpahan
dan rahmat-Nya penyusun mampu menyelesaikan tugas makalah ini guna memenuhi
tugas mata kuliah Sosiologi Pendidikan.
Dalam penyusunan makalah ini,
tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi, baik itu yang datang dari penulis maupun
yang datang dari luar. Namun penulis menyadari bahwa kelancaran dalam
penyusunan makalah ini tidak lain berkat bantuan, dorongan, dan bimbingan orang
tua juga para sahabat. Terutama pertolongan dari Allah sehingga kendala-kendala
yang penulis hadapi dapat teratasi.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu
tentang sejarah dan perkembangan pendidikan islam di indonesia yang
mempengaruhinya serta permasalahan lainnya, yang kami dapatkan dari berbagai
sumber informasi, serta berbagai buku.
Semoga makalah ini dapat
memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi sumbangan pemikiran kepada
pembaca khususnya mahasiswa Universitas Pondok Pesantren Tinggi Darul Ulum.
Penulis sadar bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna.
Untuk itu, penulis mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca demi baiknya
penulisan dimasa yang akan datang.
Penulis
DAFTAR
ISI
HALAMAN SAMPUL …………………………………………………………….…..i
KATA PENGANTAR…………………………………………………………………..ii
DAFTAR ISI ………………………………………………………………………..…iii
BAB I :
PENDAHULUAN …………………………………………………….…...1
A. Latar Belakang Masalah
……………………………………………..…….1
B. Rumusan Masalah
…………………………………………………..……2
C. Tujuan
penulisan……………………………………………………..……2
BAB II : PEMBAHASAN………………………………………………………….....3
A.
Pengertian Pendidikan
……………………….. …………………………...3
B.
Pengertian Deferensiasi sosial…………………………………………......3
C.
Pengertian Stratifikasi
Sosial……………………………………………….6
D.
Hubungan Pendidikan dengan
Deferensiasi dan Stratifikasi social………..8
BAB III : PENUTUP
………………………………………………………………….9
A. Kesimpulan
………………………………………………………………..9
B. Penutup
……………………………………………………………………9
DAFTAR
PUSTAKA……………………………...................................................10
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Dari lahir sampai
mati manusia hidup sebagai anggota masyarakat. Hidup dalam masyrakat berarti
adanya interaksi sosial dengan orang-orang di sekitar dan dengan demikian
mengalami pengaruh dan mempengaruhi orang lain.Interaksi sosial sangat utama
dalam tiap masyarakat. Hubungan antara individu itu bukan sepihak melainkan
timbal balik.Kebudayaan mempengaruhi individu dengan berbagai cara akan tetapi
individu juga mempengaruhi kebudayaan sehingga terjadi perubahan sosial
Hal tersebut
mempengaruhi juga terhadap interaksi sosial yang cenderung berkelompok mencari
anggota/teman yang sepadan. Sehingga berujung pada proses stratifikasi sosial.
Namun stratifikasi sosial ini tidaklah mutlak posisinya namun adakalanya dapat
berubah. Seringkali dalam pengalaman sehari-hari kita melihat
fenomena sosial seperti seseorang yang tadinya mempunyai status tertentu di
kemudian hari memperoleh status yang lebih tinggi dari pada status sebelumnya.
Hal demikian disebut mobilitas sosial.
Salah satu yang dapat
mempengaruhi mobilitas social ini ini
adalah pendidikan. Dengan pendidikan seseorang mampu merubah strat
Didalam lingkungan
pendidikan juga ada kebudayaan yang berbeda-beda antara lembaga pendidikan yang
satu dengan yang lain. Hal ini biasa disebut dengan kebudayaan sekolah.
Kebudayaan sekolah yang ada sangat dipengaruhi oleh kebudayaan masyarakat
sekitar.
Pendidikan nasional
bertujuan untuk mencerdaskan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia
seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan ketrampilan, kesehatan
jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri, serta tanggung jawab
kemasyarakatan dan kebangsaan.
Sekolah maupun lembaga
pendidikan mempunyai tanggung jawab yang besar agar para peserta didik dapat
berhasil dalam belajar dengan cara membantu peserta didik itu mengatasi
masalah-masalah yang timbul dalam kegiatan belajar. Disinilah letak penting dan
urgennya program penyaluran bimbingan dan penyuluhan untuk membantu para
peserta didik agar mereka dapat berhasil dalam belajar dengan memuaskan.
B.Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang
dari fokus penelitian diatas, maka rumusan masalahnya sebagai berikut:
1.Apakah pengertian
pendidikan secara meluas dari pendapat para ahli?
2.Apakah pengertian Deferensiasi Sosial ?
3.Apakah pengertian
Stratifikasi social ?
4.Apa hubungan dari
Pendidikan, Deferensiasi Sosial dan Stratifikasi Sosial?
C.Tujuan
Penulisan
1.
Memaparkan pengertian dari
pendidikan secara meluas menurut para pakar ahli pendidikan.
2.
Memaparkan pengertian dari
Deferensiasi Sosial.
3.
Memberi pengertian tentang
arti stratifikasi social.
4.
Mampu memaparkan hubungan
antara pendidikan dengan terbentuknya deferensiasi social dan stratifikasi social.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Pendidikan
Pendidikan adalah
usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk
memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,
kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
Ada pula yang
mendefinisikan pendidikan dalam 3 pengertiaan:
1. Pendidikan
merupakan upaya nyata untuk memfasilitasi individu lain, dalam mencapai
kemandirian serta kematangan mentalnya sehingga dapat survive di dalam
kompetisi kehidupannya.
2. Pendidikan
adalah pengaruh bimbingan dan arahan dari orang dewasa kepada orang lain, untuk
menuju kearah kedewasaan, kemandirian serta kematangan mentalnya.
3. Pendidikan
merupakan aktivitas untuk melayani orang lain dalam mengeksplorasi segenap
potensi dirinya, sehingga terjadi proses perkembangan kemanusiaannya agar mampu
berkompetisi di dalam lingkup kehidupannya
Sedangkan Filosofi pendidikan menyatakan
“Pendidikan biasanya berawal saat
seorang bayi itu dilahirkan dan berlangsung seumur hidup.
Pendidikan bisa saja berawal dari sebelum bayi lahir seperti yang dilakukan
oleh banyak orang dengan memainkan musik dan membaca kepada bayi dalam kandungan dengan
harapan ia bisa mengajar bayi mereka sebelum kelahiran. Bagi sebagian orang,
pengalaman kehidupan sehari-hari lebih berarti daripada pendidikan
formal. Seperti kata Mark Twain, "Saya tidak pernah membiarkan sekolah mengganggu
pendidikan saya." Anggota keluarga mempunyai peran pengajaran yang
amat mendalam, sering kali lebih mendalam dari yang disadari mereka, walaupun
pengajaran anggota keluarga berjalan
secara tidak resmi[1].
B.
DIFERENSIASI SOSIAL
1.Pengertian
Diferensiasi Sosial
Kalau kita memperhatikan masyarakat di sekitar kita, ada
banyak sekali perbedaan-perbedaan yang kita jumpai. Perbedaan-perbedaan itu
antara lain dalam agama, ras, etnis, clan (klen), pekerjaan, budaya, maupun
jenis kelamin.
Perbedaan-perbedaan itu tidak dapat
diklasifikasikan secara bertingkat/vertikal seperti halnya pada tingkatan dalam
lapisan ekonomi, yaitu lapisan tinggi, lapisan menengah dan lapisan rendah
tetapi perbedaan itu hanya secara horizontal, perbedaan seperti ini dalam
sosiologi dikenal dengan istilah Diferensiasi Sosial.
2.Ciri-Ciri Dasar Diferensiasi Sosial
Diferensiasi sosial ditandai dengan adanya perbedaan
berdasarkan ciri-ciri sebagai berikut:
|
a.
|
Ciri Fisik
Diferensiasi ini terjadi karena perbedaan
ciri-ciri tertentu. Misalnya : warna kulit, bentuk mata, rambut, hidung,
muka, dsb.
|
|
b.
|
Ciri Sosial
Diferensiasi sosial ini muncul karena
perbedaan pekerjaan yang menimbulkan cara pandang dan pola perilaku dalam
masyarakat berbeda. Termasuk didalam kategori ini adalah perbedaan peranan,
prestise dan kekuasaan. Contohnya : pola perilaku seorang perawat akan
berbeda dengan seorang karyawan kantor.
|
|
c.
|
Ciri Budaya
Diferensiasi budaya berhubungan erat dengan
pandangan hidup suatu masyarakat menyangkut nilai-nilai yang dianutnya,
seperti religi atau kepercayaan, sistem kekeluargaan, keuletan dan
ketangguhan (etos). Hasil dari nilai-nilai yang dianut suatu masyarakat dapat
kita lihat dari bahasa, kesenian, arsitektur, pakaian adat, agama, dsb.
|
C. Bentuk-Bentuk
Diferensiasi Sosial
Pengelompokan masyarakat membentuk delapan kriteria
diferensiasi sosial, yaitu sebagai berikut:
|
1.
|
Diferensiasi Ras
Ras adalah suatu kelompok manusia yang
memiliki ciri-ciri fisik bawan yang sama. Diferensiasi ras berarti
pengelompokan masyarakat berdasarkan ciriciri fisiknya, bukan budayanya.
|
||||||||
|
2.
|
Diferensiasi Suku Bangsa (Etnis)
Suku bangsa atau etnis adalah segolongan
rakyat yang masih dianggap mempunyai hubungan biologis. Diferensiasi suku
bangsa merupakan penggologan manusia berdasarkan ciri-ciri biologis yang
sama, seperti ras. Namun suku bangsa memiliki ciri-ciri paling mendasar yang
lain, yaitu adanya kesamaan budaya. Suku bangsa memiliki kesamaan berikut :
|
||||||||
|
3.
|
Diferensiasi Klen (Clan)
Klen (Clan) sering juga disebut kerabat
luas atau keluarga besar. Klen merupakan kesatuan keturunan (genealogis),
kesatuan kepercayaan (religiomagis) dan kesatuan adat (tradisi). Klen adalah
sistem sosial yang berdasarkan ikatan darah atau keturunan yang sama umumnya
terjadi pada masyarakat unilateral baik melalui garis ayah (patrilineal)
maupun garis ibu (matrilineal).
|
||||||||
|
4.
|
Diferensiasi Agama
Menurut Durkheim agama
adalah suatu sistem terpadu yang terdiri atas kepercayaan dan praktik yang
berhubungan dengan hal-hal yang suci. Agama merupakan masalah yang essensial
bagi kehidupan manusia karena menyangkut keyakinan seseorang yang dianggap
benar. Keyakinan terhadap agama mengikat pemeluknya secara moral. Keyakinan
itu membentuk golongan masyarakat moral (umat). Umat pemeluk suatu agama bisa
dikenali dari cara berpakaian, cara berperilaku, cara beribadah, dan
sebagainya.
Jadi, Diferensiasi agama merupakan
pengelompokan masyarakat berdasarkan agama/kepercayaannya.
|
||||||||
|
5.
|
Diferensiasi Profesi (pekerjaan)
Profesi atau pekerjaan adalah suatu
kegiatan yang dilakukan manusia sebagai sumber penghasilan atau mata
pencahariannya. Diferensiasi profesi merupakan pengelompokan masyarakat yang
didasarkan pada jenis pekerjaan atau profesinya. Profesi biasanya berkaitan
dengan suatu ketrampilan khusus. Misalnya profesi guru memerlukan ketrampilan
khusus, seperti : pandai berbicara, suka membimbing, sabar, dsb.
|
||||||||
|
6.
|
Diferensiasi Jenis Kelamin
Jenis kelamin merupakan kategori dalam
masyarakat yang didasarkan pada perbedaan seks atau jenis kelamin (perbedaan
biologis). Perbedaan biologis ini dapat kita lihat dari struktur organ
reproduksi, bentuk tubuh, suara, dan sebagainya. Atas dasar itu, terdapat
kelompok masyarakat laki-laki atau pria dan kelompok perempuan atau wanita.
|
||||||||
|
7.
|
Diferensiasai Asal Daerah
Diferensiasi ini merupakan pengelompokan
manusia berdasarkan asal daerah atau tempat tinggalnya, desa atau kota.
Terbagi menjadi:
Perbedaan
orang desa dengan orang kota dapat kita temukan dalam hal-hal berikut ini:
- Perilaku - TuturKata - CaraBerpakaian - Cara Menghias Rumah, Dsb. |
||||||||
|
8.
|
Diferensiasi Partai
Demi menampung aspirasi masyarakat untuk
turut serta mengatur negara/ berkuasa, maka bermunculan banyak sekali partai.
Diferensiasi partai adalah perbedaan masyarakat dalam kegiatannya mengatur
kekuasaan negara, yang berupa kesatuan-kesatuan sosial, seazas, seideologi
dan sealiran.
|
C.STRATIFIKASI
SOSIAL
1. Pengertian
Stratifikasi Sosial
Stratifikasi sosial menurut Pitirim A. Sorokin adalah
perbedaan penduduk / masyarakat ke dalam lapisan-lapisan kelas secara
bertingkat (hirarkis), dalam buku karangannya yang berjudul “Social
Stratification” mengatakan bahwa sistem lapisan dalam masyarakat itu merupakan
ciri yang tetap dan umum dalam masyarakat yang hidup teratur.
Stratifikasi sosial menurut Drs. Robert M.Z. Lawang
adalah penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial
tertentu ke dalam lapisan-lapisan hirarkis menurut dimensi kekuasaan, privilese
dan prestise.
Statifikasi sosial menurut Max Weber adalah stratifikasi
sosial sebagai penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial
tertentu ke dalam lapisan-lapisan hirarkis menurut dimensi kekuasaan, privilese
dan prestise.
2. Dasar-Dasar
Pembentukan Stratifikasi Sosial
Ukuran
atau kriteria yang menonjol atau dominan sebagai dasar pembentukan pelapisan
sosial adalah sebagai berikut :
a.Ukuran
Kekayaan
Kekayaan
(materi atau kebendaan) dapat dijadikan ukuran penempatan anggota masyarakat ke
dalam lapisan-lapisan sosial yang ada, barang siapa memiliki kekayaan paling
banyak maka ia akan termasuk lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial,
demikian pula sebaliknya, barang siapa tidak mempunyai kekayaan akan
digolongkan ke dalam lapisan yang rendah. Kekayaan tersebut dapat dilihat
antara lain pada bentuk tempat tinggal, benda-benda tersier yang dimilikinya,
cara berpakaiannya, maupun kebiasaannya dalam berbelanja.
b.Ukuran Kekuasaan Dan Wewenang
Seseorang yang mempunyai kekuasaan atau wewenang paling
besar akan menempati lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial dalam
masyarakat yang bersangkutan. Ukuran kekuasaan sering tidak lepas dari ukuran
kekayaan, sebab orang yang kaya dalam masyarakat biasanya dapat menguasai
orang-orang lain yang tidak kaya, atau sebaliknya, kekuasaan dan wewenang dapat
mendatangkan kekayaan.
c. Ukuran
Kehormatan
Ukuran
kehormatan dapat terlepas dari ukuran-ukuran kekayaan atau kekuasaan.
Orang-orang yang disegani atau dihormati akan menempati lapisan atas dari
sistem pelapisan sosial masyarakatnya. Ukuran kehormatan ini sangat terasa pada
masyarakat tradisional, biasanya mereka sangat menghormati orang-orang yang
banyak jasanya kepada masyarakat, para orang tua ataupun orang-orang yang
berprilaku dan berbudi luhur.
d.Ukuran Ilmu Pengetahuan
Ukuran
ilmu pengetahuan sering dipakai oleh anggota-anggota masyarakat yang menghargai
ilmu pengetahuan. Seseorang yang paling menguasai ilmu pengetahuan akan
menempati lapisan tinggi dalam sistem pelapisan sosial masyarakat yang
bersangkutan. Penguasaan ilmu pengetahuan ini biasanya terdapat dalam
gelar-gelar akademik (kesarjanaan), atau profesi yang disandang oleh seseorang,
misalnya dokter, insinyur, doktorandus, doktor ataupun gelar profesional
seperti profesor. Namun sering timbul akibat-akibat negatif dari kondisi ini
jika gelar-gelar yang disandang tersebut lebih dinilai tinggi daripada ilmu
yang dikuasainya, sehingga banyak orang yang berusaha dengan cara-cara yang
tidak benar untuk memperoleh gelar kesarjanaan, misalnya dengan membeli
skripsi, menyuap, ijazah palsu dan seterusnya[2].
D.HUBUNGAN ANTARA PENDIDIKAN DAN
TERBENTUKNYA DIFERENSIASI DAN STRATIFIKASI SOSIAL
Pendidikan adalah usaha
sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran
agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki
kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan,
akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
Menurut pengertian
pendidikan di atas, jelas lah bahwa pendidikan dan diferensiasi serta
stratifikasi sosial mempunyai hubungan dan keterkaitan yang sangat erat, di
mana tujuan pendidikan adalah kekuatan spiritual agama, pengendalian dri,
kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta ketrampilan dimana sumaunya
merupakan pecahan dari diferensiasi dan stratifikasi sosial.
Keluarga, masyarakat dan
sekolah merupakan tempat terjadinya proses pendidikan, di mana diferensiasi dan
stratifikasi sosial sudah mengakar dan tak terpisahakan tempat terjadinya
proses pembelajaran tersebut, dan terbentuknya diferensiasi dan stratifikasi
sosial juga sangat di pengaruhi pendidikan.
Pendidikan juga meliputi
pengajaran keahlian khusus, dan juga sesuatu yang tidak dapat dilihat tetapi
lebih mendalam, yaitu pemberian pengetahuan, pertimbangan dan kebijaksanaan.
Salah satu dasar utama pendidikan adalah untuk mengajar kebudayaan melewati
generasi, dimana kebudayaan lama dan pengaruh lingkungan sekitar akan sangat
berpengaruh.
Dasar stratifikasi sosial
dalam masyarakat lebih disebabkan oleh adanya sesuatu yang dihargai lebih, baik
itu kekayaan, kekuasaan, kehormatan, keturunan, maupun ilmu pengetahuan.
Pendidikan atau ilmu
pengetahuan dalam masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan dan
pendidikan, orang yang memiliki keahlian atau berpendidikan tinggi akan
mendapat penghargaan lebih besar dibandingkan dengan mereka yang tidak
berpendidikan. Pendidikan merupakan salah satu dasar ter bentuknya stratifikasi
sosial, dan mungkin dasar yang paling kuat karena orang yang mempunyai
pendidikan akan lebih mudah dalam mendapatkan kekuasaan, kehormatan dan akan
yang merupakan dasar terbentuknya stratifikasi sosial[3].
BAB V
P E N U T U P
A. KESIMPULAN
- Pendidikan
adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya
untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,
kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan
masyarakat.
- Kesemua
perbedaan pada diferensiasi sosialini menjadikan struktur masyarakat menjadi
majemuk. Suatu masyarakat yang majemuk umumnya memiliki kebudayaan yang
bermacam-macam. Hal ini dapat menimbulkan konflik-konflik sosial atau
setidaknya oleh kurangnya integrasi dan saling ketergantungan di antara
kesatuan-kesatuan sosial yang menjadi bagian-bagiannya. Namun tidak selamanya
masyarakat majemuk mempunyai dampak negatif. Struktur masyarakat yang majemuk
tentunya memiliki khazanah budaya yang kaya
- Dasar
stratifikasi sosial dalam masyarakat lebih disebabkan oleh adanya sesuatu yang
dihargai lebih, baik itu kekayaan, kekuasaan, kehormatan, keturunan, maupun
ilmu pengetahuan.
B. PENUTUP
Demikian makalah ini kami
buat, kami yakin masih ada banyk kekurangan dalam makalah ini, untuk lebih
menambah pengetahuan kami, kami mohon kritik dan sarannya. Terimakasih
DAFTAR PUSTAKA
Faisal Sanapiah, 1980. SOSIOOGI PENDIDIKAN.Surabaya:Usaha Nasional.
Faisal Sanapiah, 1980.Pendidikan Dan Perubahan Sosial.Malang:Usaha Nasional.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar